
JAKARTA, JRnews.co.id – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan juga mengatasnamakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan maaf atas segala salah dan khilaf saat menjalankan amanah sebagai Presiden dan Wapres RI.
Jokowi sampaikan permohonan maaf itu di hadapan 3.163 orang yang menghadiri acara Dzikir dan Doa Kebangsaan Bulan Kemerdekaan menjelang HUT ke-79 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/7/2024) malam.
Sontak, permintaan maaf Presiden Joko Widodo ini pun menuai beragam komentar pro dan kontra.
Tidak sedikit yang mengkritik permohonan maaf Presiden Jokowi yang dinilai seharusnya bertanggung jawab atas permasalahan yang sedang dihadapi bangsa.
Kritik antara lain disampaikan PDIP, yang menyatakan seharusnya Jokowi mempertanggungjawabkan kondisi harga-harga barang yang terus naik, utang yang terus bertambah.
Menyikapi kritik berbagai pihak, Relawan Pro Jokowi atau Projo menilai permintaan maaf Presiden Joko Widodo kepada seluruh masyarakat Indonesia adalah hal yang wajar dan manusiawi.
“DPP Projo sekali lagi menyampaikan bahwa sebuah permintaan maaf yang tulus dari Presiden dan Wakil Presiden di momentum yang baik adalah satu hal yang wajar, manusiawi, karena tidak ada yang sempurna,” ucap Bendahara Umum Projo, Panel Barus, dikutip Minggu (4/8/2024).
Pihaknya meminta permintaan maaf tersebut tak dipolitisasi.
“Jadi janganlah sebuah permintaan maaf yang menurut saya tulus kemudian dipolitisasi oleh pengamat, oleh pihak-pihak yang menurut saya, saya pertanyakan Anda sehat atau tidak? Masa permintaan maaf saja harus dipersoalkan, diributkan gitu, dipolitisasi bahkan,” kata Panel Barus. (JRnws.co.id)