Pimpinan KPK Nurul Ghufron ‘Ditelanjangi’ Saat Jadi Pembicara Anti Korupsi di Lemhanas

0
22
Tia Rahmania saat menyemprot Nurul Ghufron yang menjadi pemateri di Lemhanas (Youtube Lemhanas)
Tia Rahmania saat menyemprot Nurul Ghufron yang menjadi pemateri di Lemhanas (Youtube Lemhanas)

JAKARTA, JRnews.co.id – Kejadian cukup mengejutkan terjadi saat kegiatan Lemhanas yang diikuti oleh anggota DPR RI

Dalam kegiatan yang diikuti oleh anggota terpilih DPR RI itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron, dipermalukan anggota DPR daro PDIP.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Tia Rahmania, menguliti Nurul Ghufron yang tengah menjadi pembicara di Lemhanas.

Kejadian bermula saat Nurul Ghufron memberikan materi mengenai visi anti korupsi dalam perspektif KPK dan sebuah bangsa.

“Perlu diingat Bapak Ibu sekalian, bahwa anti korupsi bukan tanggung jawab dan beban KPK. bukan beban dan tanggung jawa poilsi ataupun jaksa, tapi anti korupsi ini adalah beban segenap bangsa Indonesia,” ujar Nurul Ghufron

Tia Rahmania yang mendapat kesempatan untuk berbicara justru melontarkan kritik pedas terhadap Nurul Ghufron.

Bahkan sebelum menyampaikan panjang lebar, Tia lebih dulu menyebut ‘enek’.

Bukannya mengomentari materi yang disampaikan Nurul Ghufron, Tia justru menyinggung sejumlah kasus yang pernah dihadapi Nurul, yang dianggapnya tidak sejalan dengan upaya pemberantasan korupsi yang digaungkan KPK.

Tia juga menyinggung Nurul Ghufron yang pernah dikenai sanksi oleh Dewan Pengawas KPK.

Tia mengatakan terjadi konflik di kepalanya, karena Lemhanas semestinya menghadirkan pemateri yang luar biasa, untuk menjadi modal anggota DPR Ri dalam menjabat lima tahun ke depan.

Tia Rahmania dari Dapil Banten 1, saat berbicara mengenakan jaket KPK dan mengatakan sengaja tidak melepas jaket itu, karena lembaga KPK dibentuk di era Presiden Megawati yang merupakan Ketua Umum PDIP.

“Pak Nurul Ghufron, daripada Bapak bicara teori seperti ini, kita semua tahu negara ini tidak sedang baik-baik saja, mending Bapak bicara kasus Bapak, bagaimana Bapak bisa lolos Dewas, Dewan Etik, di PTUN sukses. Bagaimana kasus Bapak memberikan rekomen kepada ASN. Bagaimana kasus-kasu Bapak yang lain Bapak bisa lolos,” sembur Tia.

Tia juga menyebut bahwa KPK yang sekarang bukan produk dulu.

Tia juga menekankan, bahwa korupsi itu etika dan moral KPK.

Namun belum Tia menyelesaikan pernyataannya sudah dihentikan.

Tia pun kemudian memilih walk out.

Mendengar pernyataan Tia, Nurul Ghufron hanya terdiam. (JRnews.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini