JAKARTA, JRnews.co.id – Data Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) diduga bocor.
Data yang dimuat mulai dari nama, tempat lahir, tanggal lahir, gelar, tanggal CPNS, tanggal PNS, NIP, Nomor SK CPNS.
Kemudian, Nomor SK PNS, golongan, jabatan, instansi, alamat, nomor identitas, nomor HP, email, pendidikan, jurusan, hingga tahun lulus.
Selain itu, ada beberapa data lainnya yang berupa cleartext maupun text yang sudah diproses menggunakan metode kriptografi.
Data tersebut ditawarkan dengan harga USD 10 ribu atau sekitar Rp 160 juta.
Pasca beredarkan kabar ini, BKN bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung melakukan identifikasi dan investigasi atas kabar tersebut.
“Investigasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan data PNS dan mitigasi risiko yang perlu dilakukan,” kata Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja SamaBKN Vino Dita Tama, Senin (12/8/2024).
Namun demikian, Vino memastikan hal ini tidak berdampak pada gangguan layanan manajemen ASN, sehingga tidak mengganggu proses berjalannya sistem elektronik yang di akses oleh masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna layanan BKN untuk segera memperbarui kata kunci atau password, dan pembaharuan kata kunci wajib dilakukan secara berkala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. (JRnews.co.id)
