Tragis! Dokter Muda Undip Bunuh Diri Gara-gara Dibully Senior, Kemenkes Bereaksi

0
18
dr Aulia Risma Lestari nekat mengakhiri hidup karena sering dibully senior. (Twitter-X)
dr Aulia Risma Lestari nekat mengakhiri hidup karena sering dibully senior. (Twitter-X)

SEMARANG, JRnews.co.id – Nasib tragis dialami Aulia Risma Lestari (ARL), berusia 30 tahun, dokter muda di RSUD Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah.

ARL yang sedang menempuh pendidikan spesialis program studi anastesi di Universitas Diponegoro (Undip) bertempat di RS Kariadi Semarang, ditemukan tewas di kosannya, pada Senin (12/08/2024)

ARL diduga meninggal dengan cara bunuh diri karena tak tahan dibully.

Dugaan ini setelah polisi mendapatkan buku hariannya, korban kerap curhat tentang kerasnya dunia pendidikan dokter dan bullying yang dilakukan seniornya.

Kasus ini pun mendapat reaksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kemenkes menghentikan sementara kegiatan PPDS Anestesi Undip di RS Kariadi.

Keputusan itu tertuang dalam surat Kemenkes No: TK.02.02/D/44137/2024.

“Sehubungan dengan dugaan terjadinya perundungan di Program Studi Anestesi Universitas Diponegoro yang ada di RSUP dr Kariadi, yang menyebabkan terjadinya bunuh diri pada salah satu peserta didik program studi anestesi Universitas Diponegoro, maka disampaikan kepada saudara untuk menghentikan sementara program studi anestesi di RSUP dr Kariadi sampai dilakukannya investigasi dan langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Kariadi dan FK Undip. Penghentian program studi sementara tersebut berlaku sejak surat ini diterbitkan,” tulis surat Kemenkes dikutip Kamis (15/8/2024).

Kabar meninggalnya dokter muda ini viral di media sosial X (dahulu Twitter) yang diunggah oleh akun @dr_koko28, yang merupakan seorang dokter. Dalam unggahan itu, dokter menyinggung soal depresi pada peserta PPDS.

“Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Dengar kabar ada dokter PPDS yang meninggal diduga bunuh diri. Ternyata tahun lalu, beliau sempat mengisi survei Kemenkes soal depresi. Sebuah kehilangan berharga,” kata dr Andi dikutip Kamis (15/8/2024).

Andi melanjutkan apa pun penyebab kematian Aulia, harus jadi pertama dan yang terakhir.

“Bagaimana kita memandang dan memperlakukan dokter junior dan PPDS ini jelas perlu bentuk pendekatan baru yang lebih memanusiakan mereka. Resiprokal,” ungkapnya.

Diketahui ARL menyuntikan obat ke dalam tubuhnya hingga menyebabkan meninggal dunia.

Masih dari unggahan di X, warganet menyebut saat ARL ditemukan tak bernyawa di kamas kos, juga ditemukan buku harian yang berisikan aksi perundungan selama PPDS. (JRnews.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini