JAKARTA, JRnews.co.id – Pada 17 Agustus Banga Indonesia selalu memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan.
Bersamaan dengan itu, kita selalu diingatkan akan sejarah penjajahan oleh Belanda dan Jepang.
Sering kita dengar dalam pelajaran sejarah bahwa Indonesia selama 350 tahun oleh Belanda.
Lamanya Belanda menjajah ini belakangan menjadi kontroversi, karena ada yang meragukan.
Jadi, mulai kapan Indonesia dijajah Belanda? Apakah benar selama 350 tahun?
Sekitar dua abad lalu, hampir seluruh negara di dunia dikuasai atau dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa.
Misalnya, Kerajaan Inggris pada masa itu memiliki wilayah jajahan di lima benua.
Indonesia disebut pernah dijajah selama 350 tahun.
Tapi, percaya atau tidak, sebenarnya hal ini hanyalah mitos, lho.
Memang bapak Ir. Soekarno pernah mengatakan “Indonesia dijajah selama 350 tahun!”
Meski begitu, ucapan Bapak Soekarno tersebut hanyalah untuk membangkitkan semangat para pejuang yang berperang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi.
Kembali lagi ke 350 tahun sebelum Indonesia merdeka, apa saja yang terjadi?
Pada tahun 1511, bangsa Portugis menguasai Malaka, yang saat itu adalah sebuah pusat perdagangan yang menghubungkan perdagangan antara India dan Tiongkok.
Setahun kemudian, pelaut Portugis, Afonso de Albuquerque mengirimkan armada ke tempat asal rempah-rempah di Ternate.
Di sana, mereka membangun benteng untuk menegaskan kedudukannya dan sempat memperluas pendudukannya hingga ke Pulau Timor bagian timur.
Namun, pendudukan Portugis tidak bertahan lama.
Tahun 1575, Portugis pergi dari Nusantara karena menganggap persaingan dagang di sini terlalu banyak. Ditambah, wilayah Nusantara yang mereka anggap terlalu luas.
Kapan Belanda Tiba di Nusantara?
Kalau dihitung dari 1945, lalu dikurangi 350 tahun, artinya Belanda seharusnya datang ke Indonesia pada tahun 1595.
Namun, pada tahun tersebut Belanda ternyata belum tiba di Nusantara.
Belanda baru datang ke Nusantara pada 22 Juni 1696, menggunakan empat buah kapal yang dipimpin Cornelis de Houtman. Mereka masuk melalui Pelabuhan Banten.
Namun, ekspedisi tersebut bukan bertujuan untuk menjajah. Seperti Portugis, mereka datang untuk berdagang dan tidak mewakili negara Belanda.
Kedatangan De Houtman kala itu pun sempat ditolak oleh penguasa Banten karena dianggap arogan.
Dua tahun kemudian, sekitar Mei 1598, ekspedisi yang dipimpin Bapak Jacob van Neck, Bapak van Heemskerck, dan Van Waerwijck tiba di Banten.
Mereka berhasil mendapatkan simpati penguasa Banten, sehingga diizinkan berdagang. Ekspedisi tersebut juga bukan untuk menjajah dan tidak mewakili Belanda.
Seiring waktu perdagangan di Nusantara semakin ramai.
Hal ini pun menyebabkan konflik di antara pedagang Belanda, Portugis, dan Inggris.
Inilah yang kemudian menjadi alasan didirikannya sarekat dagang bernama Verenigde Oostindische Compagnie (VOC).
VOC juga tidak mewakili negara Belanda. Mereka hanya perusahaan dagang yang memegang izin “Hak Oktroi” oleh pemerintah Belanda untuk melakukan diplomasi hingga perang di Asia untuk merebut wilayah yang dinilai strategis bagi perdagangannya.
Saat itu VOC hanya melakukan monopoli perdagangan di Nusantara.
Namun keberadaan serikat VOC tidak bertahan lama, karena tahun 1999 mereka dibubarkan karena korupsi.
Belanda menyita seluruh aset VOC untuk melunasi utangnya yang mencapai 219 gulden, termasuk mengambil alih wilayah yang mereka kuasai di Nusantara.
Jadi, Kapan Belanda Mulai Menjajah Indonesia?
Setelah dibubarkan, Belanda mengubah sistem VOC menjadi daerah otonomi yang bernama Nederlands Indie atau Dutch East Indies alias Hindia Belanda, dan dipimpin oleh Gubernur Jenderal.
Sejak tahun 1800, Hindia Belanda berusaha menambah daerah kekuasaannya di Nusantara melalui penjajahan.
Namun, berbagai perlawanan banyak dihadapi Hindia Belanda dari tahun 1800-1912.
Jadi hingga tahun 1912, Belanda baru bisa menguasai seluruh wilayah Indonesia (kecuali Timor Timur yang saat itu dikuasai Portugis).
Karena itulah, sudah tidak terhitung lagi sebenarnya berapa lama Belanda menjajah Indonesia.
Jika dihitung dari awal terbentuknya VOC pada 1602, ditambah 350, maka Indonesia seharusnya baru merdeka tahun 1952.
Atau jika dihitung saat kedatangan Cornelis de Houtman pada 1596, maka Indonesia baru merdeka pada tahun 1946.
Padahal, Belanda menjajah Indonesia hingga tahun 1942, sebelum Inggris datang dan setelah itu Jepang menjajah Indonesia dari tahun 1942-1945.
Tidak ada yang tahu secara rinci darimana angka 350 tahun tersebut muncul.
Sayangnya, hal keliru ini masih dipercayai dan dipelajari oleh bangsa kita hingga sekarang.
Tapi bukan berarti kita harus menganggap bahwa Belanda tidak pernah melakukan penjajahan terhadap Nusantara.
Melainkan, fakta bahwa Belanda tidak menjajah Indonesia selama 350 tahun itulah yang harus ditonjolkan.
Karena sebenarnya, Belanda yang membutuhkan waktu lebih dari 300 tahun untuk menundukkan Nusantara.
Kalau mau disebut “Belanda menjajah Indonesia”, ini hanya terjadi selama tiga tahun, yaitu saat peristiwa agresi militer Belanda tahun 1945-1947 setelah kemerdekaan Indonesia.
Secara de facto dan de jure, sebelum tahun 1945, Indonesia belum ada karena Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Dan jauh sebelum Hindia Belanda, Indonesia bernama Nusantara. Negara Kesatuan Republik Indonesia baru terbentuk setelah proklamasi pada 17 Agustus 1945.
Sementara itu, dari CNBC menulis,pada 1968 ada seorang ahli hukum bernama Gertrudes Johannes Resink yang sukses mematahkan mitos tersebut. Resink memaparkannya dalam karya Indonesia’s History Between the Myths: Essays in Legal History and Historical Theory (1968). Hasilnya menyimpulkan bahwa Indonesia tidak dijajah 350 tahun oleh Belanda.
Bagaimana bisa?
Selama ini narasi 350 tahun penjajahan diperoleh dari awal mula kedatangan orang Belanda pertama kali ke Indonesia pada 1596 sampai kemerdekaan tahun 1945.
Namun, hal yang harus dicermati: apakah kedatangan orang Belanda pertama kali bertujuan untuk menjajah? Sejarah mencatat mereka datang untuk berdagang, sekalipun dari perdagangan proses kolonialisme tercipta.
Lalu: jika terjadi penjajahan, apa iya pemerintah kolonial Belanda menguasai wilayah Indonesia dalam satu waktu bersamaan? Tentu tidak. Pemerintah kolonial Belanda sendiri baru terbentuk pada 1800, setelah VOC bangkrut.
Kedua pertanyaan itu lantas mendorong Resink melakukan riset.
Dia membedah dokumen-dokumen hukum dan surat perjanjian milik kerajaan-kerajaan. Selama proses pembedahan, dia mengetahui banyak kerajaan dan negara di Indonesia yang belum pernah ditaklukkan Belanda sampai tahun 1900-an.
Pada abad ke-17, misalnya, kerajaan-kerajaan lokal bisa menjalin hubungan diplomatik dengan bangsa-bangsa lain tanpa diatur oleh pemerintahan VOC. Lalu, sepanjang 1900-an, masih banyak kerajaan lokal yang belum dijajah Belanda. Seperti, Aceh yang baru dikalahkan pada 1903, Bone pada 1905 dan Klungkung, Bali, pada 1908.
Dari sini, Resink mengambil kesimpulan: Tidak ada satupun wilayah Indonesia yang benar-benar dijajah selama 350 tahun. Jika menarik garis dari pendudukan di Klungkung, Bali, pada 1908 saja, maka Belanda baru menjajah Indonesia 37 tahun.
Kendati kekeliruan terjadi, Belanda tetap saja ngotot menjajah Indonesia selama 350 tahun. Sikap ini sebetulnya ditunjukkan untuk gagah-gagahan.
Pada 1936, misalnya, Gubernur Jenderal de Jonge dengan bangga menyebut sudah menjajah Indonesia selama 300 tahun supaya orang tahu betapa kuatnya Belanda. Padahal, Belanda saja baru bisa menguasai seluruh wilayah pada tahun 1900-an.
Berkat jasanya mematahkan mitos penjajahan, Resink sangat dihormati di Indonesia. Dia pun diberi kewarganegaraan Indonesia oleh Soekarno pada 1950. Sayangnya, sekalipun sudah ada yang mematahkan mitos tersebut, banyak orang terlanjur percaya Indonesia dijajah 350 tahun oleh Belanda. (JRnews.co.id)
