Salah Kaprah Lagu Berbahasa Arab Dikira Sholawat

0
129
Akhimin Roni, Founder Hayfa Academy (Instagram)
Akhimin Roni, Founder Hayfa Academy (Instagram)

BANJARMASIN, JRnews.co.id – Penjelasan dari Hayfa Academy ini patut menjadi perhatian umat Islam, khususnya para pecinta Nabi yang sering melantunkan sholawat.

Selama ini dalam berbagai event bahkan majelis dilantunkan syair-syair berbahasa Arab.

Para jemaah atau peserta yang hadir pun mengira yang dilantukan itu adalah sholawat Nabi.

Akhimin Roni, Founder Hayfa Academy, menjelaskan tidak semua lagu berbahasa Arab yang sering dibawakan di event-event keagamaan merupakan sholawat.

Lagu tersebut bahkan sering dibawakan di pesantren-pesantren oleh para santri.

Ternyata lagu tersebut, di antaranya seperti yang dibawakan penyanyi
asal Mesir, Qusad Ainy.

Menurut Akhimin, kalau dilihat lagunya intinya berarti tentang cinta jarak jauh atau LDR, tapi lagu ini justru sering dibawakan menggunakan hadrah sehingga dikira sholawat atau lagu religi.

“Jadi itu bukan sholawat, bukan juga lagu religi,” tandasnya.

Menurut Akhimin, lagu-lagu tersebut dianggap sholawat di Indonesia karena dinyanyikan atau dibawakan oleh orang-orang atau kelompok yang lekat dengan atribut agama.

“Kaya contohnya hadrah, ukhti yang pakai hijab syar’i dan lebih parah lagi dikasih hastag sholawat,” kata dia.

Jadi, lanjut dia, orang-orang awam melihat bahwa lagu yang dinyanyikan adalah sholawat karena tidak mengetahui apa artinya.

Karena itu, yang perlu diperhatikan, ketika membawakan sebuah lagu, lagu sebuah komunikasi lihat dulu budaya dan maknanya, apakah sesuai dengan lagu itu. Kalau tidak sesuai jangan dipaksakan, nanti akan ada benturan antarbudaya. (JRnews.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini