FTA Ingatkan Pemilih Waspadai Dinasti Politik, Serangan Fajar dan Bansos dalam Pilkada 2024

0
16
Pilkada Serentak (Ilustrasi-Bawaslu)
Pilkada Serentak (Ilustrasi/Bawaslu)

JAKARTA, JRnews.co.id – Hanya tinggal hitungan bulan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar di sejumlah provinsi, kabupaten/kota di Indonesia.

Menjelang Pilkada pada November 2024 yang digelar secara serentak itu, Forum Tanah Air (FTA) mengingatkan pemilih untuk cerdas tidak tertipu janji manis para calon kepala daerah.

“Saat ini para calon-calon kepala daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota akan sibuk mencuri hati rakyat agar memperoleh suara, tidak peduli apapun caranya,” tulis FTA melalui pers rilis diterima JRnews.co.id, Sabtu (10/08/2024).

Menurut FTA, sebagian masyarakat atau pemilih memberikan suaranya dengan harapan setelah terpilih kepala daerah tersebut akan memperjuangkan kepentingan rakyat melalui penyelenggaraan dan pelayanan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat secara maksimal.

Namun, tak dipungkiti ada sebagian yang tidak begitu peduli dengan sosok bahkan program calon pemimpin.

Bagi kelompok ini, pemberian berupa bansos, serangan fajar atau lainnya lebih penting dari pada semua rencana-rencana kerja sang kandidat untuk mendapatkan suara mereka.

“Inilah kenyataan yang harus dilalui dalam kontestasi politik di tanah air, sehingga wajar bila pragmatisme sangat tinggi, tidak saja di antara para calon pemimpin tapi juga di kalangan pemilih,” lanjut FTA.

Namun, lanjut FTA, hal tersebut bukan menjadi alasan untuk berdiam diri dan membiarkan semua anomali politik berlangsung.

“Sampai kapan kita bisa menerima keadaan ini sebagai suatu kenyataan dalam kehidupan berpolitik?” tulis FTA lagi.

Karenanya, FTA mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam memberikan suaranya terhadap para calon-calon kepala daerah dalam pilkada serentak
yang akan berlangsung beberapa saat lagi.

Rekam jejak para calon harus di pertimbangkan sebelum memutuskan pilihan, karena suara yang diberikan akan
berpengaruh dalam situasi dan kondisi kehidupan rakyat selama lima tahun ke depan.

Sudah saatnya rakyat menjadi pemilih cerdas dan tidak buta politik.

Rakyat harus belajar dari pengalaman buruk dalam setiap kontestasi pemilu selama ini.

Rakyat lebih sering tertipu oleh janji-janji calon pemimpin melalui taktik politik tanpa realisasi.

Rakyat sering terbuai dengan tebar pesona para kandidat yang menjanjikan kehidupan bermasyarakat yang serba ideal dan berujung pada kekecewaan karena ternyata itu
hanyalah isapan jempol belaka.

Bagaimana bisa mendapatkan calon pemimpin yang baik bila sejak awal pencalonan untuk mendapatkan partai pendukung saja sudah sangat transaksional, kemudian untuk biaya kampanye dan membeli suara rakyat membutuhkan dana yang besar.

Semua dihitung sebagai investasi yang tentunya
akan diharapkan pengembaliannya, Return on Investment (ROI).

Pada saat berkuasa tentu menjadi bagian dari prioritas sang pemimpin untuk menjamin ROI tersebut, selain upaya bagaimana agar tetap bisa berkuasa.

Untuk menghadapi berbagai hal tersebut, berikut beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian para pemilih;

  1. Jangan biarkan DINASTI POLITIK terjadi di daerah. Negara kita adalah negara Demokrasi, BUKAN MONARKI. Dari daerahlah diharapkan menjadi pondasi utama dalam menggerakkan ekonomi nasional.
  2. Jangan pilih calon pemimpin yang punya rekam jejak dan pernah terkait KORUPSI, KOLUSI & NEPOTISME (KKN). Ini syarat mutlak pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.
  1. Jangan gadaikan suara demi rupiah karena pemberian “serangan fajar” dari calon kepala daerah, itu sangat merugikan kehidupan rakyat. Beberapa rupiah yang diberikan hanya bisa digunakan untuk sesaat, tapi dampak kerugian yang ditimbulkan akan dirasakan selama mereka menjabat.
  1. Pilih calon pemimpin yang punya rekam jejak positif, memiliki ide dan gagasan yang baik untuk membangun dan mensejahterakan rakyat daerahnya.

Anda sendiri memiliki pilihan untuk membentuk masa depan Anda dan masyarakat di sekitar Anda, segala yang terjadi dalam hidup ini adalah hasil dari pilihan yang Anda
buat. (JRnews.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini