NEW YORK, JRnews.co.id – Kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Setidaknya hal ini lah yang dilihat oleh Forum Tanah Air (FTA), wadah diaspora Indonesia lima benua.
Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan, mengatakan FTA tersebar di 21 negara, mulai AS, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, Turki hingga Emirat, Jepang, Mesir dan lainnya.
“Berpusat di New York dan didukung oleh jaringan 38 provinsi di tanah air,” ujar Rizal dikutip JRnews.co.id Senin (15/7/2024).
Menurut Rizal, Tata Kesantra selaku Ketua Umum FTA, menyebut perkembangan ini tentu membahagiakan.
Baca : Prof. Hadin Muhjad Buka-bukaan Soal Kisruh Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat
“Karena menunjukkan bahwa semakin banyak diaspora Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap tanah airnya,” ujar Rizal.
Kepedulian itu, lanjut dia, berawal dari keprihatinan terhadap kondisi budaya, hukum, ekonomi dan politik Indonesia yang dinilai sangat tidak bagus. Khususnya pada 10 tahun terakhir.
“Kaum diaspora yang menjadi “duta bangsa Indonesia” merasa malu untuk menampilkan diri jika kondisi buruk negeri tidak segera diperbaiki,” imbuhnya.
Inilah, tekan Rizal, yang menjadi misi mulia FTA yakni ikut berkontribusi untuk menata kehidupan budaya, hukum, ekonomi dan politik tanah air tersebut.
Penguatan FTA di berbagai negara, kata dia, diharapkan berkonsekuensi pada penguatan perjuangan institusi perjuangan di tanah air.
Baca : Kondisi Donald Trump Pasca Penembakan Saat Kampanye di Pennsylvania
“Dalam pertemuan halal bil halal FTA dengan tokoh dan aktivis nasional di Hotel Balairung Matraman tanggal 25 Mei 2024 tercetus keinginan untuk memperkuat perjuangan bersama dalam rangka perbaikan bangsa dan negara,” jelasnya.
Filosofi yang hendak dibangun, sebut Rizal, adalah agar Forum “Tanah Air” yang menghimpun diaspora Indonesia di berbagai negara dapat memancarkan “Air Tanah” yang subur dan menyejukkan.
“Kekuatan internal dalam negeri yang efektif dan strategis bagi perbaikan dan perubahan ke arah yang lebih baik, demokratis, bermartabat dan berdaulat,” sambung dia.
Rizal mengungkapkan, sekurangnya empat kedaulatan yang harus dipulihkan dalam konteks perbaikan dan perubahan tersebut.
Pertama, sebut dia, kedaulatan Ilahi sebagaimana konstitusi mengingatkan bahwa kemerdekaan negara Indonesia itu adalah “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa”.
“Kedaulatan Tuhan harus ditegakkan dan menjadi pilar utama bagi kehidupan berbangsa. Tidak tergerus oleh penghambaan materi yang membawa perilaku budaya politik yang pragmatis, transaksional dan sekuler,” jelasnya.
Kedua, sebut dia lagi, kedaulatan rakyat. “Pemulihan dengan melawan kedaulatan sekelompok kecil orang berkuasa yang bernama oligarki baik oligarki politik maupun bisnis,” jelasnya.
“Parlemen yang terkooptasi dan aparat yang menjadi alat kekuasaan sentralistik. Rakyat yang teriming-iming dan termobilisasi sebagai korban dari pembodohan dan kezaliman penguasa,” lanjut Rizal.
Ketiga, ujarnya, kedaulatan hukum dengan mengupayakan agar hukum berkedudukan sebagai panglima serta fungsional untuk mengendalikan kekuasaan.
Mengubah kenyataan dimana hukum yang justru menjadi alat dari kekuasaan.
Indonesia adalah negara hukum (rechtsstaat) bukan negara kekuasaan (machtstaat).
“Keempat, kedaulatan negara dalam arti negara harus merdeka dan mandiri. Tidak terkendali oleh negara adidaya manapun,” kata dia.
Mewaspadai negara China yang potensial menghegemoni dan mengkooptasi.
Mulai dari utang dan investasi kemudian infiltrasi dan invasi. China adalah ancaman negeri.
Air tanah yang memancar dan mengalir dari bumi sendiri diijaga dan dibela oleh para pejuang tanah air baik yang berada di luar maupun dalam negeri dengan motto “hubbul wathon minal iman”–cinta tanah air itu bagian dari iman.
Forum “diaspora” Tanah Air bermisi mulia untuk bersama “pribumi” menjaga dan membela Air Tanah yang merupakan wujud dari kedaulatan Ilahi, kedaulatan rakyat, kedaulatan hukum dan kedaulatan negara.
Orisinalitas amanat “the founding fathers” negara indonesia ditujukan khusus untuk Forum Tanah Air (FTA) di lima Benua. Bermula dari New York Amerika. (JRnews.co.id)

[…] Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja, Diaspora FTA Ingin 4 Kedaulatan di Tanah Air Dipulihkan […]
[…] Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja, Diaspora FTA Ingin 4 Kedaulatan di Tanah Air Dipulihkan […]
[…] Baca Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja, Diaspora FTA Ingin 4 Kedaulatan di Tanah Air Dipulihkan […]
[…] Baca Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja, Diaspora FTA Ingin 4 Kedaulatan di Tanah Air Dipulihkan […]
[…] Baca Indonesia Tidak Sedang Baik-baik Saja, Diaspora FTA Ingin 4 Kedaulatan di Tanah Air Dipulihkan […]