Heboh di X, Video Anggota DPR Terima Amplop Saat Rapat dengan Pertamina, Berdalih SPPJ

0
19
12032025 - Herman Khaeron (Kompas).jpeg
Herman Khaeron (Youtube Parlementaria/Kompas))

JAKARTA, JRnews.co.id – Beredar video saat Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menerima sesuatu menyerupai amplop dan membubuhkan tanda tangan di kertas saat rapat kerja bersama dengan Pertamina. 

Video Herman menerima amplop itu kemudian viral di media sosial. 

“Korupsi sudah menjadi budaya di negeri Konoha. Perhatikan amplop kuning langsung simpan di bawah meja,” seperti dikutip dari cuitan akun X @ZulkifliLubis69 , Rabu (12/3/2025), dilansir Kompas.com.

Pengunggah potongan video itu juga turut memberikan mention kepada beberapa akun X, seperti Divisi Humas Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo Subianto, Kejaksaan Agung, hingga DPR. 

Dalam video itu, Herman yang mengenakan batik kuning terlihat disodorkan map berwarna merah oleh seseorang. 

Dia pun kemudian menandatangani kertas di atas map tersebut, lalu mengambil amplop berwarna kuning dan menyimpannya di bawah meja. “Isi uang sogokan kah?” tulis keterangan tambahan di dalam video. 

Hingga berita ini ditayangkan, cuitan itu telah mendapatkan 332 komentar, 1.700 kali retweet, 4.200 likes, dan di-bookmark 334 kali. 

Namun, Herman membantah tuduhan bahwa amplop tersebut adalah uang sogokan dan berkaitan dengan praktik korupsi. 

“Itu fitnah yang keji. Saya harus klarifikasi bahwa itu SPPJ (Surat Pemberitahuan Penyesuaian Jaminan) perjalanan dinas saya yang belum diambil,” ujar Herman kepada Kompas.com, Rabu (12/3/2025). 

Herman menerangkan bahwa penandatanganan itu berlangsung saat dirinya mengikuti rapat kerja Komisi VI DPR RI bersama PT Pertamina pada Selasa (11/3/2025) kemarin. 

Dokumen yang ditandatangani dan amplop berwarna kuning yang diterimanya pun berasal dari Sekretariat Komisi VI DPR RI. 

“Betul sekali. Itu kebetulan ditandatangani saat rapat, silakan saja klarifikasi ke Sekretariat Komisi VI,” katanya. (JRnews.co.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini